Pendiri Gojek & mantan menteriIndonesialahir 1984

Nadiem Makarim

Pendiri Gojek yang mengubah ojek menjadi platform digital raksasa, lalu menjadi Menteri Pendidikan 2019–2024 dengan program Merdeka Belajar, dan pada 2026 divonis dalam perkara korupsi pengadaan Chromebook yang tengah ia banding.

Oleh Lihat.bio EditorialDiperbarui 5 sumber

Nadiem Makarim
Foto: World Economic Forum; Photo by Sikarin Thanachaiary · CC BY-SA 2.0 · Wikimedia Commons

Siapa Nadiem Makarim?

Nadiem Makarim adalah pengusaha Indonesia kelahiran Singapura, 4 Juli 1984, yang mendirikan Gojek dan memimpinnya menjadi perusahaan rintisan bernilai miliaran dolar pertama di Indonesia. Dari Oktober 2019 sampai Oktober 2024 ia menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, kemudian Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dalam kabinet Presiden Joko Widodo, dengan Merdeka Belajar sebagai program utamanya.

Pada 30 Juni 2026 Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta memvonisnya sepuluh tahun penjara dalam perkara pengadaan laptop Chromebook di kementerian yang ia pimpin. Ia mengajukan banding pada 8 Juli 2026, dan perkara itu belum berkekuatan hukum tetap.

Mengapa Nadiem Makarim dikenal

Gojek mengubah cara puluhan juta orang Indonesia bepergian, makan, dan membayar. Layanan yang dimulai pada 2010 sebagai pusat panggilan dengan dua puluh pengemudi meledak setelah aplikasinya diluncurkan pada Januari 2015, berkembang ke pengantaran makanan dan pembayaran digital, dan pada 2016 menjadi unicorn pertama Indonesia. Nadiem, yang saat itu berusia tiga puluhan, menjadi figur yang paling identik dengan ekonomi digital Indonesia.

Sebagai menteri termuda di kabinet, ia menghapus Ujian Nasional, memperkenalkan Kurikulum Merdeka dan Kampus Merdeka, dan mendorong digitalisasi sekolah, kebijakan yang dipuji karena berani sekaligus dikritik karena terburu-buru. Pengadaan perangkat digital dari program itulah yang kemudian menjadi pokok perkara hukumnya.

Latar belakang dan pendidikan

Nadiem adalah putra Nono Anwar Makarim, pengacara dan aktivis, dan Atika Algadri, penulis lepas; kakeknya dari pihak ibu, Hamid Algadri, adalah perintis kemerdekaan. Ia bersekolah di Jakarta dan Singapura, lulus hubungan internasional dari Universitas Brown pada 2006 dengan setahun pertukaran di London School of Economics, dan meraih MBA dari Harvard Business School pada 2011.

Karier

McKinsey, Zalora, dan kelahiran Gojek (2006–2015)

Setelah tiga tahun sebagai konsultan McKinsey di Jakarta, Nadiem merintis Gojek pada 2010 dari pengalamannya sehari-hari berlangganan ojek. Sambil menyelesaikan MBA ia ikut mendirikan Zalora Indonesia pada 2011, keluar setahun kemudian, dan sempat menjadi Chief Innovation Officer Kartuku, perusahaan pembayaran yang kelak diakuisisi Gojek untuk memperkuat GoPay. Peluncuran aplikasi Gojek pada Januari 2015 mengubah perusahaan kecil beranggotakan lima belas karyawan itu menjadi fenomena.

Gojek raksasa (2015–2019)

Pada Agustus 2016 Gojek mengantongi pendanaan 550 juta dolar AS dari konsorsium yang meliputi KKR, Sequoia Capital, dan Warburg Pincus, lalu berekspansi ke Vietnam, Singapura, dan Thailand. Gojek menjadi ekosistem layanan, dari transportasi dan pengantaran makanan sampai pembayaran, dan pada 2021, setelah Nadiem pergi, bergabung dengan Tokopedia yang didirikan William Tanuwijaya menjadi GoTo.

Menteri Pendidikan (2019–2024)

Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 23 Oktober 2019, penunjukan yang mengejutkan karena ia tidak punya latar belakang pendidikan. Merdeka Belajar menjadi payung kebijakannya: Ujian Nasional dihapus, Kurikulum Merdeka diperkenalkan, mahasiswa diberi kebebasan mengambil semester di luar kampus lewat Kampus Merdeka, dan Guru Penggerak dibentuk. Kementeriannya dilebur dengan riset dan teknologi pada April 2021. Masa jabatannya berakhir bersama kabinet pada 20 Oktober 2024.

Perkara Chromebook (2025–sekarang)

Pada September 2025 Kejaksaan Agung menetapkan Nadiem sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management untuk sekolah pada tahun anggaran 2020–2022, dan menahannya. Jaksa menuntut delapan belas tahun penjara. Pada 30 Juni 2026 majelis hakim menyatakan ia bersalah dan menjatuhkan hukuman sepuluh tahun penjara, denda Rp1 miliar, dan uang pengganti Rp809,5 miliar. Nadiem mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta pada 8 Juli 2026; putusan banding belum keluar saat profil ini diperbarui.

Perusahaan dan kebijakan

Gojek

  • 2010Gojek berdiri sebagai layanan pemesanan ojek lewat pusat panggilan20 pengemudi mitra pada awalnya
  • 2015Aplikasi Gojek diluncurkan pada Januaripertumbuhan pesat; ekspansi ke Vietnam, Singapura, Thailand
  • 2016Pendanaan 550 juta dolar ASdari konsorsium KKR, Sequoia, Warburg Pincus, dan lainnya; status unicorn pertama Indonesia
  • 2021Merger dengan Tokopedia membentuk GoToNadiem sudah meninggalkan Gojek sejak 2019

Kebijakan sebagai menteri

  • 2019–2024Merdeka Belajarrangkaian kebijakan termasuk penghapusan Ujian Nasional, Kurikulum Merdeka, dan Kampus Merdeka

Linimasa

  1. 1984Lahir di Singapura, 4 Juli, putra pengacara dan aktivis Nono Anwar Makarim.
  2. 2006Lulus Universitas Brown; bekerja sebagai konsultan McKinsey & Company di Jakarta.
  3. 2010Merintis Gojek sebagai layanan pusat panggilan ojek.
  4. 2011MBA Harvard; ikut mendirikan Zalora Indonesia.
  5. 2015Aplikasi Gojek diluncurkan; pertumbuhan meledak.
  6. 2016Gojek menjadi unicorn pertama Indonesia.
  7. 2019Meninggalkan Gojek; dilantik sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 23 Oktober.
  8. 2021Kementerian dilebur dengan riset dan teknologi; Nadiem menjadi Mendikbudristek.
  9. 2024Masa jabatan berakhir 20 Oktober.
  10. 2025Ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan Chromebook oleh Kejaksaan Agung pada September dan ditahan.
  11. 2026Divonis 10 tahun penjara pada 30 Juni; mengajukan banding pada 8 Juli.

Pendidikan

Universitas Brown — Hubungan Internasional, 2006
Harvard Business School — MBA, 2011

Sumber

Rujukan yang dipakai untuk menyusun profil ini. Sumber primer dan lembaga resmi diutamakan; lihat kebijakan sumber.

  1. Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara Kasus Korupsi ChromebookCNN Indonesia, 30 Juni 2026Diakses 15 September 2026
  2. Nadiem Makarim Divonis Hari Ini, Begini Perjalanan Kasus Korupsi Laptop ChromebookKompas.id, 30 Juni 2026Diakses 15 September 2026
  3. Sidang Banding Nadiem Makarim atas Kasus Chromebook Digelar 5 Agustus 2026Pantau.com, 2026Diakses 15 September 2026
  4. Nadiem MakarimWikipedia bahasa IndonesiaDiakses 15 September 2026
  5. Nadiem Makarim (Q25464675)WikidataDiakses 15 September 2026

Profil ini disusun oleh Lihat.bio Editorial dari sumber yang tercantum di atas dan diperiksa ulang sebelum terbit. Menemukan data yang keliru atau sudah usang? Lihat cara mengajukan koreksi. Dipublikasikan .