NovelisIndonesialahir 1975
Eka Kurniawan
Novelis asal Tasikmalaya yang Cantik itu Luka dan Lelaki Harimau-nya diterjemahkan ke lebih dari tiga puluh bahasa, penulis Indonesia pertama yang masuk daftar Man Booker International Prize.

Siapa Eka Kurniawan?
Eka Kurniawan adalah novelis dan penulis cerita pendek Indonesia kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, 28 November 1975. Dua novel pertamanya, Cantik itu Luka (2002) dan Lelaki Harimau (2004), diterjemahkan ke lebih dari tiga puluh bahasa setelah edisi Inggrisnya terbit pada 2015, dan pada 2016 Lelaki Harimau menjadikannya penulis Indonesia pertama yang masuk daftar panjang Man Booker International Prize. Pada 2018 ia menerima Prince Claus Award.
Mengapa Eka Kurniawan dikenal
Eka menulis novel yang memadukan sejarah kekerasan Indonesia, dari kolonialisme sampai pembantaian 1965, dengan cerita silat, horor, dan humor kasar khas bacaan pasar. Cantik itu Luka membuka dengan seorang perempuan yang bangkit dari kubur setelah 21 tahun, dan mengurai sejarah sebuah kota fiktif bernama Halimunda; kritikus asing membandingkannya dengan García Márquez, tetapi Eka lebih sering menyebut komik silat dan Pramoedya sebagai pengaruhnya. Reputasinya di luar negeri, yang datang lebih dulu daripada di dalam negeri, membantu membuka pintu bagi penerjemahan sastra Indonesia secara lebih luas. Pada 2019 ia menolak penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai kritik atas perhatian negara pada kebudayaan.
Masa muda dan pendidikan
Eka gemar membaca sejak kecil di taman bacaan milik ayahnya dan bercita-cita menjadi komikus. Ia kuliah di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dan skripsinya tentang Pramoedya dan realisme sosialis terbit sebagai buku pada 1999, setahun sebelum kumpulan cerpen pertamanya, Corat-coret di Toilet.
Karier
Dua novel pertama (2002–2006)
Cantik itu Luka terbit di penerbit kecil Jendela pada 2002 dan diterbitkan ulang Gramedia pada 2004, tahun yang sama Lelaki Harimau terbit. Terjemahan pertama datang dari Jepang pada 2006 lewat Ribeka Ota, dan selama hampir satu dekade ia dikenal sebagai penulis penting di lingkaran sastra tetapi belum populer.
Terobosan internasional (2015–2018)
Pada 2015 New Directions menerbitkan Beauty Is a Wound dalam terjemahan Annie Tucker dan Verso menerbitkan Man Tiger dalam terjemahan Labodalih Sembiring. Ulasan di media besar, daftar Global Thinkers Foreign Policy, dan daftar panjang Man Booker International 2016 menyusul, diikuti penerbitan di puluhan negara. Novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2014), tentang seorang preman yang impoten, menegaskan gaya campurannya, dan O (2016) menceritakan seekor monyet yang ingin menjadi manusia. Prince Claus Award diserahkan kepadanya di Istana Kerajaan Amsterdam pada Desember 2018.
Penerbit dan film (2019–sekarang)
Pada 2019 Eka mendirikan Moooi Pustaka, penerbit yang khusus menerjemahkan sastra dunia langsung dari bahasa aslinya, bukan lewat bahasa Inggris. Adaptasi film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas oleh Edwin memenangi Golden Leopard di Festival Film Locarno 2021, dan novel terbarunya, Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong, terbit pada 2023. Ia menikah dengan Ratih Kumala, penulis Gadis Kretek yang serial Netflix-nya dibintangi Dian Sastrowardoyo.
Karya
Novel
- 2002Cantik itu Lukaterjemahan Inggris Beauty Is a Wound (2015); World Readers' Award 2016
- 2004Lelaki Harimauterjemahan Inggris Man Tiger (2015); daftar panjang Man Booker International Prize 2016
- 2014Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntasdifilmkan Edwin pada 2021; Golden Leopard Locarno
- 2016O
- 2023Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong
Kumpulan cerita pendek
- 2000Corat-coret di Toilet
- 2005Cinta Tak Ada Mati
- 2015Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi
Nonfiksi
- 1999Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialisberasal dari skripsinya di UGM
Prestasi & penghargaan
- 2015Masuk daftar Global Thinkers jurnal Foreign Policy.
- 2016Lelaki Harimau (Man Tiger) masuk daftar panjang Man Booker International Prize, yang pertama bagi penulis Indonesia; World Readers' Award untuk Cantik itu Luka; Financial Times/OppenheimerFunds Emerging Voices Award.
- 2018Prince Claus Award dari Belanda untuk pencapaian di bidang sastra.
- 2019Menolak penghargaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai bentuk kritik atas kebijakan kebudayaan.
Linimasa
- 1975Lahir di Tasikmalaya, 28 November.
- 1999Lulus Fakultas Filsafat UGM; skripsinya tentang Pramoedya terbit sebagai buku.
- 2000Kumpulan cerpen pertama, Corat-coret di Toilet.
- 2002Novel pertama, Cantik itu Luka, terbit di Penerbit Jendela.
- 2004Lelaki Harimau terbit di Gramedia.
- 2006Cantik itu Luka diterjemahkan ke bahasa Jepang, terjemahan pertamanya.
- 2015Beauty Is a Wound dan Man Tiger terbit dalam bahasa Inggris di New Directions dan Verso.
- 2016Daftar panjang Man Booker International.
- 2018Prince Claus Award diserahkan di Istana Kerajaan Amsterdam.
- 2019Mendirikan penerbit Moooi Pustaka untuk sastra terjemahan langsung dari bahasa aslinya.
- 2021Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas memenangi Golden Leopard di Locarno.
Pendidikan
- Universitas Gadjah Mada — Fakultas Filsafat, 1999
Sumber
Rujukan yang dipakai untuk menyusun profil ini. Sumber primer dan lembaga resmi diutamakan; lihat kebijakan sumber.
- Eka KurniawanPrince Claus FundDiakses 15 September 2026
- Author Eka Kurniawan gets Prince Claus awardThe Jakarta Post, 10 Desember 2018Diakses 15 September 2026
- Eka Kurniawan turns down award from Education and Culture MinistryThe Jakarta Post, 10 Oktober 2019Diakses 15 September 2026
- Eka KurniawanWikipedia bahasa IndonesiaDiakses 15 September 2026
- Eka Kurniawan (Q2321261)WikidataDiakses 15 September 2026
Profil ini disusun oleh Lihat.bio Editorial dari sumber yang tercantum di atas dan diperiksa ulang sebelum terbit. Menemukan data yang keliru atau sudah usang? Lihat cara mengajukan koreksi. Dipublikasikan .