Pebulu tangkis & wakil menteriIndonesialahir 1981

Taufik Hidayat

Juara Olimpiade Athena 2004 dan juara dunia 2005 di tunggal putra, pemilik backhand smash paling ditakuti pada masanya, yang sejak Oktober 2024 menjabat Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga.

Oleh Lihat.bio EditorialDiperbarui 6 sumber

Taufik Hidayat di lapangan
Foto: Mayeres · CC BY-SA 3.0 · Wikimedia Commons

Siapa Taufik Hidayat?

Taufik Hidayat adalah mantan pebulu tangkis tunggal putra Indonesia yang lahir di Bandung pada 10 Agustus 1981. Ia meraih medali emas Olimpiade Athena 2004 dan gelar juara dunia 2005, menjadi pemain tunggal putra pertama yang memegang kedua gelar itu berturut-turut. Sejak 21 Oktober 2024 ia menjabat Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto.

Bagi penonton bulu tangkis, namanya identik dengan satu pukulan: backhand smash yang keras dan akurat, yang jarang dimiliki pemain lain sampai hari ini.

Mengapa Taufik Hidayat dikenal

Taufik sudah menjadi peringkat satu dunia pada usia sembilan belas tahun, dan sepanjang 2000-an ia adalah salah satu sudut dari persaingan besar tunggal putra bersama Lin Dan, Peter Gade, dan Lee Chong Wei. Ia menjuarai Indonesia Open enam kali, merebut dua emas Asian Games, dan menjadi bagian dari tim Indonesia yang memenangi Piala Thomas pada 2000 dan 2002.

Final Kejuaraan Dunia 2005 di Anaheim, ketika ia mengalahkan Lin Dan yang saat itu peringkat satu dunia dengan skor 15–3, 15–7, sering disebut sebagai penampilan terbaik dalam kariernya. Setelah pensiun ia dikenal sebagai pengkritik keras pembinaan tunggal putra Indonesia, dan pada 2024 masuk pemerintahan.

Awal karier

Taufik dibesarkan di klub SGS Bandung di bawah asuhan Iie Sumirat, mantan pemain nasional. Pada usia tujuh belas tahun ia menjuarai Brunei Open dan mencapai semifinal Kejuaraan Asia serta Indonesia Open 1998. Setahun kemudian ia merebut gelar Indonesia Open pertamanya dan mencapai final All England, kalah dari Peter Gade. Ia kuliah di Universitas Tarumanagara.

Karier

Peringkat satu dunia dan Athena (2000–2004)

Pada 2000 Taufik menjuarai Malaysia Open, Kejuaraan Asia, dan Indonesia Open, menjadi peringkat satu dunia pada usia sembilan belas tahun, meskipun tersingkir di perempat final Olimpiade Sydney. Ia memenangi Piala Thomas bersama Indonesia pada 2000 dan 2002, dan meraih emas Asian Games Busan 2002.

Di Olimpiade Athena 2004 ia melewati Peter Gade di perempat final dan Boonsak Ponsana di semifinal, lalu mengalahkan Shon Seung-mo dari Korea Selatan 15–8, 15–7 di final. Itu emas Olimpiade tunggal putra kedua Indonesia setelah Alan Budikusuma pada 1992.

Juara dunia dan Doha (2005–2008)

Pada Agustus 2005 ia menjadi juara dunia dengan mengalahkan Lin Dan di final. Setahun kemudian ia merebut emas Asian Games Doha, dan pada 2007 menjuarai Kejuaraan Asia untuk ketiga kalinya serta emas SEA Games. Di Olimpiade Beijing 2008 ia tersingkir di babak kedua.

Profesional dan pensiun (2009–2013)

Pada 30 Januari 2009 Taufik mundur dari Pelatnas Cipayung karena berselisih dengan PBSI dan melanjutkan karier sebagai pemain profesional. Ia tampil di Olimpiade keempatnya di London 2012, kalah dari Lin Dan di babak 16 besar. Pada November 2012 ia membuka Taufik Hidayat Arena, pusat pelatihan bulu tangkis di Ciracas, Jakarta Timur, dan pensiun dari kompetisi pada 2013.

Pemerintahan (2024–sekarang)

Pada 20 Oktober 2024 Presiden Prabowo Subianto mengumumkannya sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga mendampingi Menteri Dito Ariotedjo, dan ia dilantik keesokan harinya. Ia mengatakan akan mengubah gaya komunikasinya yang blak-blakan setelah menjadi pejabat.

Gelar utama

  • 1999Gelar Indonesia Open pertama dari enam (1999, 2000, 2002, 2003, 2004, 2006).
  • 2000Peringkat satu dunia pada usia 19 tahun; juara Kejuaraan Asia; anggota tim Piala Thomas yang juara.
  • 2002Emas tunggal putra Asian Games Busan; Piala Thomas kedua bersama Indonesia.
  • 2004Emas tunggal putra Olimpiade Athena, mengalahkan Shon Seung-mo 15–8, 15–7 di final.
  • 2005Juara dunia di Anaheim, mengalahkan Lin Dan 15–3, 15–7; pemain tunggal putra pertama yang memegang gelar Olimpiade dan dunia berturut-turut.
  • 2006Emas tunggal putra Asian Games Doha.
  • 2007Juara Kejuaraan Asia ketiga dan emas SEA Games.

Linimasa

  1. 1981Lahir di Bandung, 10 Agustus.
  2. 1998Menjuarai Brunei Open pada usia 17 tahun dan mencapai semifinal Kejuaraan Asia.
  3. 1999Juara Indonesia Open; runner-up All England, kalah dari Peter Gade.
  4. 2000Menjadi peringkat satu dunia; perempat final Olimpiade Sydney.
  5. 2004Emas Olimpiade Athena.
  6. 2005Juara dunia.
  7. 2009Mundur dari Pelatnas Cipayung pada 30 Januari dan melanjutkan karier sebagai pemain profesional.
  8. 2012Olimpiade keempat dan terakhir di London; membuka Taufik Hidayat Arena di Ciracas, Jakarta Timur, pada November.
  9. 2013Pensiun dari bulu tangkis kompetitif.
  10. 2024Dilantik sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga pada 21 Oktober.

Tautan resmi

Sumber

Rujukan yang dipakai untuk menyusun profil ini. Sumber primer dan lembaga resmi diutamakan; lihat kebijakan sumber.

  1. Prabowo Tunjuk Taufik Hidayat Sebagai Wakil Menteri Pemuda dan OlahragaKompas.com, 21 Oktober 2024Diakses 15 September 2026
  2. Taufik HidayatKementerian Pemuda dan Olahraga RIDiakses 15 September 2026
  3. Profil Taufik Hidayat, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga di Kabinet Prabowo SubiantoTempo, Oktober 2024Diakses 15 September 2026
  4. Taufik HidayatWikipedia bahasa IndonesiaDiakses 15 September 2026
  5. Taufik HidayatWikipedia (English)Diakses 15 September 2026
  6. Taufik Hidayat (Q660145)WikidataDiakses 15 September 2026

Profil ini disusun oleh Lihat.bio Editorial dari sumber yang tercantum di atas dan diperiksa ulang sebelum terbit. Menemukan data yang keliru atau sudah usang? Lihat cara mengajukan koreksi. Dipublikasikan .