Presiden Indonesia ke-3 & insinyur dirgantaraIndonesia1936–2019
B.J. Habibie
Insinyur pesawat terbang yang berkarier di Jerman, membangun industri dirgantara Indonesia, lalu memimpin transisi demokrasi sebagai Presiden ketiga pada 1998–1999.

Siapa B.J. Habibie?
Bacharuddin Jusuf Habibie adalah insinyur dirgantara dan Presiden ketiga Republik Indonesia. Ia lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936, berkarier di industri pesawat Jerman hingga menjadi wakil presiden Messerschmitt-Bölkow-Blohm, lalu pulang pada 1973 untuk membangun industri teknologi Indonesia dan menjabat Menteri Riset dan Teknologi selama dua puluh tahun. Setelah Soeharto mundur pada 21 Mei 1998, ia menjadi presiden selama tujuh belas bulan yang menentukan arah Reformasi.
Ia meninggal di Jakarta pada 11 September 2019 pada usia 83 tahun.
Mengapa B.J. Habibie dikenal
Habibie adalah simbol kecerdasan Indonesia. Di Jerman ia merumuskan teori perambatan retak pada struktur pesawat yang dikenal sebagai Faktor Habibie, dan di Indonesia ia mendirikan IPTN yang pada 10 Agustus 1995 menerbangkan N-250, pesawat rancangan Indonesia pertama. Bagi generasi 1980-an ia adalah "Mr. Crack", menteri dengan gaya bicara cepat yang bermimpi Indonesia melompat dari negara agraris ke negara industri.
Kepresidenannya yang singkat justru meninggalkan warisan paling tahan lama: pembebasan tahanan politik, pencabutan kontrol atas pers, kebebasan mendirikan partai, undang-undang otonomi daerah, pemilu bebas pertama sejak 1955, dan keputusan menggelar referendum Timor Timur yang memisahkan wilayah itu dari Indonesia. Kisah cintanya dengan istrinya, Ainun, membuat generasi baru mengenalnya lewat memoar dan film.
Masa kecil dan pendidikan
Habibie adalah anak keempat dari delapan bersaudara pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie, ahli pertanian keturunan Bugis-Gorontalo, dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo dari Yogyakarta. Ayahnya meninggal saat ia berusia empat belas tahun, dan keluarga pindah ke Bandung. Setelah setahun di ITB pada 1954, ia berangkat ke Jerman pada 1955 dan belajar konstruksi pesawat terbang di RWTH Aachen, meraih Dipl.-Ing. pada 1960 dan Dr.-Ing. dengan predikat summa cum laude pada 1965. Ia menikahi Hasri Ainun Besari, dokter yang ia kenal sejak SMA, pada 1962.
Karier
Jerman dan Messerschmitt (1965–1973)
Habibie bekerja di Hamburger Flugzeugbau yang kemudian menjadi bagian Messerschmitt-Bölkow-Blohm, naik hingga wakil presiden bidang teknologi. Risetnya tentang keretakan pada badan pesawat dipakai industri penerbangan dunia. Pada 1973 Presiden Soeharto memintanya pulang, dan ia tiba di Jakarta pada 14 Desember 1973.
Menteri Riset dan Teknologi (1978–1998)
Setelah sempat memimpin divisi teknologi maju di Pertamina, Habibie menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi pada 1978 dan memegangnya hingga Maret 1998. Ia mendirikan dan memimpin IPTN, memimpin industri strategis seperti PT PAL dan Pindad, membangun Puspiptek Serpong, dan mengirim ribuan pelajar Indonesia belajar teknologi ke luar negeri. N-250 Gatotkaca menjadi puncaknya, meski proyek itu terhenti oleh krisis 1997 dan syarat IMF. Pada 1990 ia terpilih sebagai ketua pertama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia.
Presiden (1998–1999)
Dilantik sebagai wakil presiden pada Maret 1998, Habibie menjadi presiden ketika Soeharto mundur pada 21 Mei 1998 di tengah krisis ekonomi dan kerusuhan. Dalam tujuh belas bulan ia membebaskan tahanan politik seperti Sri Bintang Pamungkas dan Muchtar Pakpahan, mencabut kewajiban izin terbit pers, membuka pendaftaran partai hingga 48 partai ikut pemilu Juni 1999, mengesahkan undang-undang otonomi daerah, membentuk Bank Indonesia yang independen, dan menstabilkan rupiah. Keputusannya menawarkan referendum bagi Timor Timur berujung pada kemerdekaan wilayah itu setelah jajak pendapat 30 Agustus 1999 dan kekerasan yang menyertainya. Pada Oktober 1999 MPR menolak pidato pertanggungjawabannya, dan ia tidak maju lagi; Abdurrahman Wahid menggantikannya pada 20 Oktober 1999.
Setelah kepresidenan (1999–2019)
Habibie tinggal bergantian di Jerman dan Jakarta, mendirikan The Habibie Center untuk kajian demokrasi, dan tetap menjadi suara yang didengar tentang teknologi dan kebangsaan. Setelah Ainun meninggal pada 2010 ia menulis memoar Habibie & Ainun, yang filmnya pada 2012 dengan Reza Rahadian ditonton jutaan orang. Ia meninggal pada 11 September 2019 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata di samping istrinya. Usulan gelar pahlawan nasional untuknya diproses pemerintah sejak 2025.
Karya dan kebijakan
Rekayasa
- 1960-anTeori keretakan (crack propagation) pada struktur pesawatdikenal sebagai Faktor Habibie; dipakai industri pesawat dunia
- 1976Pendirian IPTNIndustri Pesawat Terbang Nusantara di Bandung
- 1995Pesawat N-250 Gatotkacaterbang perdana 10 Agustus 1995; pesawat rancangan Indonesia pertama
Kepresidenan
- 1998Pembebasan tahanan politik dan kebebasan perspencabutan izin terbit sebagai alat kontrol; puluhan partai baru berdiri
- 1999Undang-Undang Otonomi Daerah dan pemilu bebas pertama sejak 1955
- 1999Referendum Timor Timurjajak pendapat 30 Agustus 1999 yang berujung kemerdekaan Timor Leste
Buku
- 2010Habibie & Ainunmemoar tentang istrinya; difilmkan pada 2012
Prestasi & penghargaan
- 1994Edward Warner Award dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).
- 1990Terpilih sebagai Ketua pertama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia.
- 1998Bintang Republik Indonesia Adipurna dan sejumlah tanda kehormatan tertinggi negara.
Linimasa
- 1936Lahir di Parepare, 25 Juni, anak keempat dari delapan bersaudara.
- 1950Ayahnya meninggal; keluarga pindah ke Bandung.
- 1955Berangkat ke Jerman untuk belajar konstruksi pesawat di RWTH Aachen.
- 1962Menikah dengan Hasri Ainun Besari, 12 Mei.
- 1965Meraih Dr.-Ing. summa cum laude; berkarier di Messerschmitt-Bölkow-Blohm hingga menjadi wakil presiden perusahaan.
- 1973Kembali ke Indonesia pada Desember atas permintaan Presiden Soeharto.
- 1978Menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi, jabatan yang ia pegang dua puluh tahun.
- 1995N-250 terbang perdana di Bandung.
- 1998Dilantik sebagai Wakil Presiden pada Maret; menjadi Presiden pada 21 Mei setelah Soeharto mundur.
- 1999Pidato pertanggungjawabannya ditolak MPR; menyerahkan jabatan pada 20 Oktober.
- 2010Ainun Habibie meninggal di Munich; memoar Habibie & Ainun terbit.
- 2019Meninggal di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, 11 September, pada usia 83 tahun; dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata di samping Ainun.
Pendidikan
- 1954
- Institut Teknologi Bandung
- RWTH Aachen, Jerman — Dipl.-Ing. 1960, Dr.-Ing. 1965, konstruksi pesawat terbang
Tautan resmi
Sumber
Rujukan yang dipakai untuk menyusun profil ini. Sumber primer dan lembaga resmi diutamakan; lihat kebijakan sumber.
- B. J. HabibieWikipedia bahasa IndonesiaDiakses 15 September 2026
- B. J. HabibieWikipedia (English)Diakses 15 September 2026
- The Habibie Centerhabibiecenter.or.idDiakses 15 September 2026
- Daftar 10 Pahlawan Nasional 2025 dan Profil Singkatnyadetikcom, November 2025Diakses 15 September 2026
- B. J. Habibie (Q76156)WikidataDiakses 15 September 2026
Profil ini disusun oleh Lihat.bio Editorial dari sumber yang tercantum di atas dan diperiksa ulang sebelum terbit. Menemukan data yang keliru atau sudah usang? Lihat cara mengajukan koreksi. Dipublikasikan .