Fisikawan & pendidikIndonesialahir 1963
Yohanes Surya
Fisikawan yang membawa pelajar Indonesia ke podium Olimpiade Fisika Internasional lewat Tim Olimpiade Fisika Indonesia, lalu menyebarkan metode belajar matematika Gasing sampai ke pelosok.
Siapa Yohanes Surya?
Yohanes Surya adalah fisikawan dan pendidik Indonesia yang lahir di Jakarta pada 6 November 1963. Ia merintis Tim Olimpiade Fisika Indonesia pada 1993, ketika masih menjadi kandidat doktor di Amerika Serikat, dan dalam dua dekade berikutnya membawa pelajar Indonesia meraih puluhan medali emas di kompetisi sains internasional, termasuk gelar juara dunia Olimpiade Fisika Internasional pada 2006.
Sejak 2000-an ia lebih dikenal lewat metode Gasing, singkatan dari gampang, asyik, dan menyenangkan, pelatihan matematika yang ia bawa dari kota besar sampai kampung-kampung di Papua.
Mengapa Yohanes Surya dikenal
Sebelum TOFI, Indonesia nyaris tak terdengar di olimpiade sains. Surya mengubahnya dengan semboyan "Go Get Gold": menyeleksi siswa, melatih mereka secara intensif, dan pulang ke Indonesia pada 1994 meski sudah memegang izin tinggal Amerika Serikat untuk melakukannya penuh waktu. Hingga 2007 siswa binaannya mengumpulkan 54 emas, 33 perak, dan 42 perunggu, dan pada 2006 Jonathan Pradana Mailoa menjadi Absolute Winner Olimpiade Fisika Internasional di Singapura.
Ia lalu membalik arah, dari mencetak juara ke memperbaiki dasar. Program Gasing melatih ribuan guru dan menjadi berita ketika anak-anak dari pedalaman Papua yang ia bina memenangi kompetisi matematika.
Masa kecil dan pendidikan
Surya adalah anak ketujuh dari sembilan bersaudara, dari ayah pensiunan tentara dan ibu penjual kue tradisional. Orang tuanya tidak mampu membiayai kuliah, tetapi dengan bantuan kakak-kakaknya ia masuk jurusan Fisika Universitas Indonesia dan lulus pada 1986. Setelah dua tahun mengajar di SMAK 1 Penabur Jakarta, ia berangkat ke College of William & Mary, Virginia, atas dorongan dosen pembimbingnya, meraih M.Sc. pada 1990 dan Ph.D. pada 1994 dengan predikat cum laude, lalu sempat menjadi konsultan fisika teori di fasilitas akselerator CEBAF.
Karier
TOFI (1993–2000-an)
Ketika Olimpiade Fisika Internasional ke-24 digelar di kampusnya pada 1993, Surya dan rekannya Agus Ananda meminta Universitas Indonesia menyeleksi lima siswa SMA untuk ia latih di Amerika Serikat. Salah satunya, Oki Gunawan, pulang dengan perunggu. Setelah kembali ke Indonesia pada akhir 1994, ia memimpin TOFI penuh waktu, mendirikan Yayasan TOFI pada 1995, dan mengajar fisika nuklir di program pascasarjana UI. Ia menulis puluhan buku pelajaran dan komik sains Archi & Meidy.
Gasing, Surya Institute, dan pemerintahan (2000-an–sekarang)
Sejak 2000 Surya melatih guru fisika dan matematika di hampir semua kota besar hingga ke desa. Ia mendirikan Surya Institute pada 2006, lalu STKIP Surya dan Universitas Surya di Tangerang pada 2013 untuk mencetak guru dan ilmuwan. Pada 2016–2024 ia menjadi staf khusus Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dan hingga kini tetap aktif dalam pelatihan Gasing di berbagai daerah.
Lembaga dan program
Program
- 1993Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI)dirintis saat ia masih kandidat doktor; Yayasan TOFI berdiri 1995
- 2000-anMetode Gasing (Gampang, Asyik, Menyenangkan)pelatihan matematika dan fisika untuk guru dan siswa di seluruh Indonesia, termasuk Papua
- 2006Surya Instituteyayasan penyelenggara pelatihan dan sekolah
- 2013Universitas Surya dan STKIP Suryaperguruan tinggi di Tangerang
Buku
- beragamPuluhan buku pelajaran fisika dan matematika serta komik Archi & Meidy
Prestasi & penghargaan
- 1993Membawa lima siswa Indonesia ke Olimpiade Fisika Internasional pertama mereka di Virginia; Oki Gunawan meraih perunggu.
- 2006Siswa binaannya, Jonathan Pradana Mailoa, menjadi Absolute Winner Olimpiade Fisika Internasional ke-37 di Singapura.
- 2007Hingga tahun itu siswa TOFI mengumpulkan 54 emas, 33 perak, dan 42 perunggu di berbagai kompetisi sains internasional.
- 2016Staf khusus Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi hingga 2024.
Linimasa
- 1963Lahir di Jakarta, 6 November, anak ketujuh dari sembilan bersaudara.
- 1986Lulus S1 Fisika Universitas Indonesia; mengajar di SMAK 1 Penabur Jakarta.
- 1988Studi pascasarjana di College of William & Mary, Virginia.
- 1993Melatih lima pelajar Indonesia untuk Olimpiade Fisika Internasional di kampusnya.
- 1994Meraih doktor; pulang ke Indonesia meski memegang izin tinggal Amerika Serikat.
- 1995Yayasan TOFI resmi berdiri.
- 2006Indonesia mencetak juara dunia Olimpiade Fisika; Surya Institute berdiri.
- 2013Universitas Surya dibuka.
Pendidikan
- Universitas Indonesia — S1 Fisika, 1986
- College of William & Mary, Virginia — M.Sc. 1990, Ph.D. 1994 (cum laude)
Tautan resmi
Sumber
Rujukan yang dipakai untuk menyusun profil ini. Sumber primer dan lembaga resmi diutamakan; lihat kebijakan sumber.
- Yohanes SuryaWikipedia bahasa IndonesiaDiakses 15 September 2026
- Yohanes SuryaWikipedia (English)Diakses 15 September 2026
- Situs resmi Yohanes Suryayohanessurya.comDiakses 15 September 2026
- Yohanes Surya (Q8054455)WikidataDiakses 15 September 2026
Profil ini disusun oleh Lihat.bio Editorial dari sumber yang tercantum di atas dan diperiksa ulang sebelum terbit. Menemukan data yang keliru atau sudah usang? Lihat cara mengajukan koreksi. Dipublikasikan .