Peneliti kesehatan masyarakatIndonesialahir 1965
Adi Utarini
Guru besar kesehatan masyarakat Universitas Gadjah Mada yang memimpin uji terkontrol acak nyamuk ber-Wolbachia di Yogyakarta, menurunkan kasus demam berdarah 77 persen dan masuk daftar Nature's 10 serta Time 100.

Siapa Adi Utarini?
Adi Utarini adalah dokter dan guru besar kesehatan masyarakat di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, yang lahir pada 4 Juni 1965. Ia memimpin uji terkontrol acak pertama di dunia atas metode nyamuk ber-Wolbachia untuk menekan demam berdarah dengue, yang hasilnya, penurunan kasus 77 persen di Kota Yogyakarta, menjadikannya salah satu dari Nature's 10 pada 2020 dan masuk daftar Time 100 pada 2021.
Mengapa Adi Utarini dikenal
Gagasan menaruh bakteri Wolbachia ke dalam nyamuk Aedes aegypti agar tidak bisa menularkan virus sudah dikembangkan di Universitas Monash sejak 1990-an, tetapi belum pernah diuji dengan standar emas penelitian klinis. Utarini dan timnya membagi Kota Yogyakarta, kota padat berpenduduk sekitar 400.000 jiwa dengan penularan dengue tinggi, menjadi 24 klaster; dua belas dipilih acak untuk pelepasan nyamuk ber-Wolbachia dan sisanya menjadi pembanding. Hasil yang diumumkan Agustus 2020 dan terbit di New England Journal of Medicine pada 2021 menunjukkan kasus dengue turun 77 persen dan rawat inap turun 86 persen di wilayah intervensi. Nature menyebutnya bukti terkuat yang pernah ada untuk metode itu.
Yang membuat kisah ini melekat adalah konteksnya: penelitian dilakukan bersama warga kampung yang menampung ember telur nyamuk di rumah mereka, dan menjadi dasar kebijakan pemerintah Indonesia memperluas metode itu ke kota-kota lain.
Pendidikan
Utarini lulus dokter dari UGM pada 1989, lalu meraih dua gelar magister, dari UCL Great Ormond Street Institute of Child Health di London pada 1994 dan dari Universitas Umeå, Swedia, pada 1997. Ia menyelesaikan doktor di Umeå pada 2002 dengan penelitian tentang program pengendalian malaria di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Karier
Di UGM Utarini mengajar metode penelitian dan mutu pelayanan kesehatan, memimpin program studi manajemen rumah sakit pada 2003–2012, dan menjabat Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama pada 2012–2016. Ia menjadi anggota Dewan Riset Nasional pada 2015–2022, memimpin bidang mutu di Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, dan menjadi editor utama jurnal akreditasi rumah sakit.
Sejak 2013 ia adalah peneliti utama World Mosquito Program Yogyakarta, kolaborasi UGM dengan Universitas Monash yang didukung Yayasan Tahija. Uji AWED yang ia pimpin bersama Cameron Simmons berlangsung 2016–2020. Setelah hasilnya terbit, ia menjadi konsultan kebijakan mutu pelayanan kesehatan di Kementerian Kesehatan dan salah satu suara ilmuwan Indonesia yang paling didengar dalam kebijakan pengendalian penyakit.
Di luar laboratorium ia dikenal sebagai pianis amatir yang serius; ia mengatakan musik adalah cara menjaga keseimbangan di tengah penelitian panjang.
Penelitian utama
Proyek
- 2011–World Mosquito Program Yogyakartasebelumnya Eliminate Dengue Project; peneliti utama sejak 2013
- 2016–2020Applying Wolbachia to Eliminate Dengue (AWED)uji terkontrol acak berbasis klaster di Kota Yogyakarta; hasil dipublikasikan di New England Journal of Medicine, Juni 2021
- 2002Disertasi tentang program pengendalian malaria di JeparaUniversitas Umeå
Prestasi & penghargaan
- 2020Masuk daftar Nature's 10, sepuluh orang yang paling berpengaruh dalam sains tahun itu versi jurnal Nature.
- 2021Masuk daftar Time 100 orang paling berpengaruh di dunia.
Linimasa
- 1965Lahir di Yogyakarta, 4 Juni.
- 1989Lulus dokter dari Universitas Gadjah Mada.
- 1994S2 di UCL Institute of Child Health, London.
- 2002Doktor dari Universitas Umeå dengan penelitian pengendalian malaria di Jepara.
- 2012Wakil Dekan Bidang Penelitian Fakultas Kedokteran UGM hingga 2016.
- 2016Uji terkontrol acak nyamuk ber-Wolbachia dimulai di Yogyakarta.
- 2020Hasil awal diumumkan pada Agustus: kasus dengue turun 77 persen di wilayah intervensi; Nature's 10.
- 2021Hasil lengkap terbit di New England Journal of Medicine; Time 100.
Pendidikan
- Universitas Gadjah Mada — Kedokteran, lulus 1989
- UCL Great Ormond Street Institute of Child Health, London — S2, 1994
- Universitas Umeå, Swedia — S2 (1997) dan doktor (2002)
Tautan resmi
Sumber
Rujukan yang dipakai untuk menyusun profil ini. Sumber primer dan lembaga resmi diutamakan; lihat kebijakan sumber.
- Nature's 10: ten people who helped shape science in 2020Nature, Desember 2020Diakses 15 September 2026
- Efficacy of Wolbachia-Infected Mosquito Deployments for the Control of DengueThe New England Journal of Medicine, 10 Juni 2021Diakses 15 September 2026
- Adi UtariniWikipedia bahasa IndonesiaDiakses 15 September 2026
- Adi UtariniWikipedia (English)Diakses 15 September 2026
- Adi Utarini (Q90853704)WikidataDiakses 15 September 2026
Profil ini disusun oleh Lihat.bio Editorial dari sumber yang tercantum di atas dan diperiksa ulang sebelum terbit. Menemukan data yang keliru atau sudah usang? Lihat cara mengajukan koreksi. Dipublikasikan .