Presiden pertama Republik IndonesiaIndonesia1901–1970
Soekarno
Proklamator kemerdekaan dan Presiden pertama Republik Indonesia, orator yang merumuskan Pancasila dan memimpin negara dari revolusi 1945 hingga tersingkir pada 1967.

Siapa Soekarno?
Soekarno adalah Presiden pertama Republik Indonesia dan, bersama Mohammad Hatta, proklamator kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Ia lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901, memimpin gerakan nasionalis sejak mendirikan Partai Nasional Indonesia pada 1927, dipenjara dan dibuang oleh Belanda, dan memerintah Indonesia dari revolusi hingga mandatnya dicabut MPRS pada Maret 1967. Ia meninggal dalam status tahanan rumah pada 21 Juni 1970.
Ia perumus Pancasila, penggagas Konferensi Asia-Afrika 1955, dan orator yang pidatonya menyatukan bangsa yang baru lahir; ia juga pemimpin yang mengakhiri demokrasi parlementer dan berakhir dalam tragedi 1965.
Mengapa Soekarno dikenal
Tidak ada tokoh yang lebih menentukan wujud Indonesia daripada Soekarno. Ia memberi nama, lambang, dan bahasa bagi gagasan bahwa ribuan pulau dengan ratusan bahasa adalah satu bangsa; pidatonya pada 1 Juni 1945 melahirkan Pancasila sebagai dasar negara. Setelah proklamasi ia menjadi wajah republik dalam empat tahun perang kemerdekaan, dan pada 1955 menjadikan Bandung panggung solidaritas negara-negara Asia dan Afrika yang baru merdeka.
Dekade terakhir kekuasaannya lebih kontroversial: Dekret 1959 dan Demokrasi Terpimpin memusatkan kekuasaan di tangannya, konfrontasi dengan Malaysia dan keluarnya Indonesia dari PBB mengisolasi negara, dan keseimbangan yang ia jaga antara militer dan Partai Komunis Indonesia runtuh dalam peristiwa 30 September 1965. Namun bagi jutaan orang Indonesia ia tetap Bung Karno, dan makamnya di Blitar dikunjungi peziarah setiap hari.
Masa muda dan pendidikan
Soekarno adalah putra Raden Soekemi Sosrodihardjo, guru asal Jawa, dan Ida Ayu Nyoman Rai, bangsawan Bali. Ia bersekolah di Mojokerto dan pada 1915 masuk HBS Surabaya, mondok di rumah H.O.S. Tjokroaminoto, pemimpin Sarekat Islam, tempat ia berkenalan dengan para tokoh pergerakan dan menulis ratusan artikel dengan nama samaran Bima. Ia lulus insinyur sipil dari Technische Hoogeschool Bandung pada 1926 dan sempat membuka biro arsitek.
Perjuangan
PNI, penjara, dan pembuangan (1927–1942)
Pada 4 Juli 1927 Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesia yang menuntut kemerdekaan penuh. Belanda menangkapnya pada Desember 1929; pidato pembelaannya, Indonesia Menggugat, menjadi dokumen klasik nasionalisme Indonesia, dan ia dipenjara di Sukamiskin hingga 1931. Ditangkap lagi pada 1933, ia dibuang ke Ende, Flores, pada 1934, lalu ke Bengkulu pada 1938, tempat ia bertemu Fatmawati, istrinya kelak yang menjahit bendera pusaka.
Pendudukan Jepang dan proklamasi (1942–1945)
Jepang membebaskannya pada 1942, dan Soekarno memilih bekerja sama dengan pendudukan untuk mempersiapkan kemerdekaan, keputusan yang ia bela seumur hidup meski melibatkan pengerahan romusha. Bersama Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mas Mansur ia memimpin Poetera. Setelah Jepang menyerah dan desakan para pemuda, ia dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, pada 17 Agustus 1945; sehari kemudian PPKI memilihnya sebagai presiden.
Kepresidenan
Revolusi dan demokrasi parlementer (1945–1959)
Selama perang kemerdekaan Soekarno menjadi simbol republik, ditawan Belanda dalam agresi 1948, dan kembali ke Jakarta setelah pengakuan kedaulatan pada Desember 1949. Pada 1950-an, dengan sistem parlementer yang membuat kabinet silih berganti, ia menjadi tuan rumah Konferensi Asia-Afrika pada April 1955 dan menyaksikan pemilu pertama di tahun yang sama.
Demokrasi Terpimpin (1959–1965)
Kecewa pada kebuntuan Konstituante, Soekarno mengeluarkan Dekret 5 Juli 1959 yang mengembalikan UUD 1945 dan memusatkan kekuasaan. Era ini melahirkan Monumen Nasional, Gelora Bung Karno, dan Asian Games 1962, tetapi juga pembebasan Irian Barat lewat konfrontasi, konfrontasi dengan Malaysia, keluarnya Indonesia dari PBB pada 1965, inflasi yang melonjak, dan ketegangan antara Angkatan Darat dan PKI yang ia coba seimbangkan lewat Nasakom.
Kejatuhan (1965–1970)
Gerakan 30 September 1965, pembunuhan para jenderal, dan pembantaian massal yang menyusul mengalihkan kekuasaan kepada Mayor Jenderal Soeharto. Soekarno menandatangani Surat Perintah Sebelas Maret pada 1966, MPRS mencabut mandatnya pada 12 Maret 1967, dan ia menjalani tahanan rumah di Bogor lalu Jakarta dalam kondisi kesehatan yang memburuk. Ia meninggal pada 21 Juni 1970 dan dimakamkan di Blitar. Pemerintah menetapkannya sebagai Pahlawan Proklamator pada 1986 dan Pahlawan Nasional pada 2012.
Peristiwa dan karya utama
Peristiwa
- 1927Mendirikan Partai Nasional Indonesia di Bandung, 4 Juli
- 1930Pidato pembelaan Indonesia Menggugat di Landraad Bandung
- 1945Pidato Lahirnya Pancasila, 1 Junidi sidang BPUPKI
- 1945Proklamasi Kemerdekaan, 17 Agustusdibacakan di Jalan Pegangsaan Timur 56 bersama Mohammad Hatta
- 1955Konferensi Asia-Afrika di Bandung
- 1959Dekret Presiden 5 Julikembali ke UUD 1945; awal Demokrasi Terpimpin
- 1962Asian Games Jakarta dan pembangunan Gelora Bung Karno
Tulisan
- 1933Mencapai Indonesia Merdeka
- 1959Di Bawah Bendera Revolusikumpulan tulisan
- 1965Sukarno: An Autobiography as Told to Cindy Adams
Linimasa
- 1901Lahir di Surabaya, 6 Juni, dari guru Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai.
- 1915Masuk HBS Surabaya dan mondok di rumah H.O.S. Tjokroaminoto.
- 1926Lulus insinyur sipil dari Technische Hoogeschool Bandung.
- 1927Mendirikan PNI.
- 1929Ditangkap Belanda pada Desember; dipenjara di Sukamiskin setelah pidato Indonesia Menggugat.
- 1934Dibuang ke Ende, Flores; dipindahkan ke Bengkulu pada 1938.
- 1942Dibebaskan Jepang; bekerja sama dengan pendudukan sambil mempersiapkan kemerdekaan.
- 1945Memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus; dipilih sebagai presiden pada 18 Agustus.
- 1949Kedaulatan diakui Belanda pada 27 Desember; menjadi Presiden Republik Indonesia Serikat.
- 1955Menjadi tuan rumah Konferensi Asia-Afrika.
- 1959Dekret 5 Juli; membubarkan Konstituante.
- 1965Gerakan 30 September; kekuasaan bergeser ke Soeharto.
- 1966Menandatangani Surat Perintah Sebelas Maret.
- 1967MPRS mencabut mandatnya pada 12 Maret; menjalani tahanan rumah.
- 1970Meninggal di RSPAD Gatot Soebroto, 21 Juni; dimakamkan di Blitar.
Pendidikan
- Technische Hoogeschool te Bandoeng (kini ITB) — Insinyur sipil, 1926
- HBS Surabaya — lulus 1921
Sumber
Rujukan yang dipakai untuk menyusun profil ini. Sumber primer dan lembaga resmi diutamakan; lihat kebijakan sumber.
- SoekarnoWikipedia bahasa IndonesiaDiakses 15 September 2026
- SukarnoWikipedia (English)Diakses 15 September 2026
- SukarnoEncyclopaedia BritannicaDiakses 15 September 2026
- Soekarno (Q76127)WikidataDiakses 15 September 2026
Profil ini disusun oleh Lihat.bio Editorial dari sumber yang tercantum di atas dan diperiksa ulang sebelum terbit. Menemukan data yang keliru atau sudah usang? Lihat cara mengajukan koreksi. Dipublikasikan .