Penyanyi & penulis laguIndonesia1949–2007
Chrisye
Penyanyi pop Indonesia dengan vokal halus yang khas, dikenal lewat Lilin-Lilin Kecil, Badai Pasti Berlalu, dan Kala Cinta Menggoda; salah satu musisi paling berpengaruh dalam sejarah musik Indonesia.

Siapa Chrisye?
Chrisye adalah penyanyi dan penulis lagu Indonesia yang lahir di Jakarta pada 16 September 1949 dan meninggal pada 30 Maret 2007. Selama hampir tiga dekade bersama Musica Studios ia merilis lebih dari dua puluh album solo, dengan Lilin-Lilin Kecil, Badai Pasti Berlalu, Sabda Alam, dan Kala Cinta Menggoda sebagai lagu yang paling lekat dengan namanya.
Vokalnya yang halus dan hampir tanpa vibrato berlebihan, dipadukan dengan gaya panggung yang kaku dan pendiam, menjadi ciri yang tidak pernah ditiru siapa pun dengan sukses. Rolling Stone Indonesia menempatkannya sebagai musisi Indonesia terbaik ketiga sepanjang masa.
Mengapa Chrisye dikenal
Chrisye berada di pusat dua momen penting musik pop Indonesia. Pertama, album Guruh Gipsy (1976) dan Badai Pasti Berlalu (1977), dua rekaman yang membuktikan pop Indonesia bisa ambisius secara musikal dan sampai sekarang berada di puncak daftar album Indonesia terbaik versi Rolling Stone Indonesia. Kedua, kariernya yang panjang dan konsisten: hampir semua album solonya setelah Sabda Alam terjual di atas 100.000 keping, dan pada usia hampir lima puluh tahun ia masih menyapu sembilan piala AMI lewat Kala Cinta Menggoda.
Ia juga menjadi jembatan antargenerasi. Pada 2000-an ia berduet dengan Peterpan, Project Pop, dan musisi muda lain, dan lagu-lagunya terus direkam ulang oleh penyanyi yang lahir setelah album pertamanya keluar.
Masa kecil
Chrisye lahir dengan nama Christian Rahadi sebagai anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Laurens dan Hanna Rahadi, keluarga keturunan Tionghoa di Menteng, Jakarta. Ia tumbuh mendengarkan piringan hitam ayahnya: Bing Crosby, Frank Sinatra, Nat King Cole, dan Dean Martin. Ketika Beatlemania sampai ke Indonesia saat ia di SMA PSKD Menteng, ayahnya membelikan gitar. Ia memilih gitar bas karena menganggapnya paling mudah dipelajari, lalu bermain bersama kakaknya, Joris, dengan menirukan lagu dari radio tanpa pernah belajar membaca not.
Karier
Gipsy dan New York (1968–1975)
Pada 1968 Chrisye mendaftar kuliah teknik di Universitas Kristen Indonesia atas keinginan ayahnya, tetapi di tahun yang sama ia diajak tetangganya, keluarga Nasution, mengisi posisi bas di band mereka, Sabda Nada. Band itu berganti nama menjadi Gipsy pada 1969 dan tampil rutin di Taman Ismail Marzuki, sehingga Chrisye pindah ke Akademi Pariwisata Trisakti yang jadwalnya lebih longgar. Pada 1973 ia menyusul Gipsy ke New York dan hampir setahun tampil di Ramayana Restaurant milik Pertamina, membawakan lagu Indonesia dan lagu-lagu Procol Harum, King Crimson, dan Genesis. Ia kembali ke New York sekali lagi bersama band The Pro's sebelum menetap di Jakarta.
Terobosan (1976–1978)
Bersama Gipsy dan Guruh Soekarnoputra, Chrisye merekam Guruh Gipsy (1976), album yang menggabungkan rock progresif dengan gamelan Bali. Tahun berikutnya ia menyanyikan Lilin-Lilin Kecil karya James F. Sundah untuk Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors, lalu merekam album jalur suara Badai Pasti Berlalu bersama Eros Djarot dan Yockie Suryo Prayogo. Dua karya itu membuat Musica Studios merekrutnya, dan album solo pertamanya, Sabda Alam (1978), langsung mendapat sertifikasi emas.
Penyanyi Musica (1979–2007)
Di Musica, Chrisye merilis album hampir setiap tahun dan tiga kali menerima BASF Award untuk album terlaris: Sendiri (1985), Jumpa Pertama (1988), dan Pergilah Kasih (1989). Ia sempat bermain film Seindah Rembulan (1980), pengalaman yang menurut pengakuannya tidak ingin ia ulangi. Pada 1990-an ia menyesuaikan diri dengan pasar yang berubah, dan Kala Cinta Menggoda (1997), dengan lagu utama ciptaan Guruh Soekarnoputra, memenangi sembilan AMI pada 1998, termasuk Album Terbaik. Album-album 2000-an, seperti Dekade dan Senyawa, mempertemukannya dengan generasi baru.
Chrisye didiagnosis kanker paru stadium lanjut pada 2005. Ia meninggal di rumahnya di Jakarta pada Jumat, 30 Maret 2007, dan dimakamkan di TPU Jeruk Purut. Beberapa bulan kemudian SCTV memberikan Lifetime Achievement Award pertamanya secara anumerta.
Gaya dan warisan
Yang membedakan Chrisye bukan jangkauan vokal, melainkan kontrol: nada tinggi dinyanyikan tanpa kesan memaksa, dan lagu sedih dibawakan tanpa dramatisasi. Di panggung ia nyaris tidak bergerak, sesuatu yang justru menjadi identitas. Lima album yang melibatkannya masuk daftar 150 Album Indonesia Terbaik Rolling Stone Indonesia, dan sejumlah lagunya masuk daftar lagu terbaik sepanjang masa versi majalah yang sama. Hidupnya difilmkan dalam Chrisye (2017) dengan Vino G. Bastian sebagai pemeran utama.
Album dan lagu penting
Sepanjang kariernya Chrisye tercatat merilis 33 album, termasuk 21 album studio solo. Daftar ini memuat rilisan yang paling sering disebut sebagai tonggak.
Album
- 1976Guruh Gipsyalbum kolaborasi Gipsy dan Guruh Soekarnoputra; masuk daftar album Indonesia terbaik Rolling Stone Indonesia
- 1977Badai Pasti Berlalualbum jalur suara bersama Eros Djarot, Yockie Suryo Prayogo, dan Berlian Hutauruk
- 1978Sabda Alamalbum solo pertama di Musica Studios; sertifikasi emas
- 1984SendiriBASF Award 1985
- 1985Aku Cinta Diasertifikasi emas
- 1997Kala Cinta Menggodasembilan piala AMI 1998, termasuk Album Terbaik
- 2004Senyawaalbum kolaborasi dengan musisi lintas generasi
Lagu
- 1977Lilin-Lilin Kecilciptaan James F. Sundah; lagu paling identik dengan Chrisye
- 1977Badai Pasti Berlalu
- 1978Sabda Alam
- 1985Aku Cinta Dia
- 1997Kala Cinta Menggodaciptaan Guruh Soekarnoputra
- 2002Kisah Kasih di Sekolah
- 2004Menunggumuduet dengan Peterpan
Film
- 1980Seindah Rembulansatu-satunya peran film Chrisye
Prestasi & penghargaan
- 1979Penyanyi Pria Kesayangan dalam Angket Siaran ABRI.
- 1985BASF Award untuk album terlaris, Sendiri; menyusul Jumpa Pertama (1988) dan Pergilah Kasih (1989).
- 1994BASF Lifetime Achievement Award dan Penyanyi Rekaman Terbaik.
- 1997Penyanyi Pop Pria Terbaik, Anugerah Musik Indonesia.
- 1998Kala Cinta Menggoda memenangi sembilan piala AMI, termasuk Album Terbaik dan Penyanyi Pop Pria Terbaik.
- 2007SCTV Lifetime Achievement Award, diterima secara anumerta.
- 2011Ditempatkan Rolling Stone Indonesia sebagai musisi Indonesia terbaik ketiga sepanjang masa.
Linimasa
- 1949Lahir di Jakarta, 16 September, dengan nama Christian Rahadi.
- 1968Bergabung dengan Sabda Nada, band keluarga Nasution, sebagai pemain bas; band berganti nama menjadi Gipsy pada 1969.
- 1973Menyusul Gipsy ke New York, tampil hampir setahun di Ramayana Restaurant.
- 1976Album Guruh Gipsy dirilis.
- 1977Menyanyikan Lilin-Lilin Kecil dan merekam album Badai Pasti Berlalu; direkrut Musica Studios.
- 1978Album solo pertama, Sabda Alam.
- 1980Bermain film Seindah Rembulan.
- 1997Album Kala Cinta Menggoda dirilis; sembilan piala AMI setahun kemudian.
- 2005Didiagnosis kanker paru stadium lanjut.
- 2007Meninggal di rumahnya di Jakarta, 30 Maret, pada usia 57 tahun.
Pendidikan
- 1968–1970
- Universitas Kristen Indonesia — Teknik, tidak selesai
- 1970–1973
- Akademi Pariwisata Trisakti — tidak selesai
Sumber
Rujukan yang dipakai untuk menyusun profil ini. Sumber primer dan lembaga resmi diutamakan; lihat kebijakan sumber.
- Mengenang 14 Tahun Kepergian Penyanyi Legendaris Chrisye dan Perjalanan HidupnyaKompas.com, 30 Maret 2021Diakses 15 September 2026
- Chrisye dan Sakit Kanker Paru-Paru yang Sebabkan KematiannyaTirto.idDiakses 15 September 2026
- ChrisyeWikipedia bahasa IndonesiaDiakses 15 September 2026
- ChrisyeWikipedia (English)Diakses 15 September 2026
- Chrisye (Q732135)WikidataDiakses 15 September 2026
Profil ini disusun oleh Lihat.bio Editorial dari sumber yang tercantum di atas dan diperiksa ulang sebelum terbit. Menemukan data yang keliru atau sudah usang? Lihat cara mengajukan koreksi. Dipublikasikan .