Penyanyi & pencipta laguIndonesia1937–2025

Titiek Puspa

Penyanyi, pencipta lagu, dan pemeran yang berkarier lebih dari tujuh puluh tahun sejak 1954; pencipta Kupu-Kupu Malam, Bing, dan Apanya Dong, serta salah satu suara paling awal musik pop Indonesia.

Oleh Lihat.bio EditorialDiperbarui 6 sumber

Titiek Puspa pada sampul majalah Varia
Foto: Majalah Varia, fotografer tidak diketahui · Public domain · Wikimedia Commons

Siapa Titiek Puspa?

Titiek Puspa adalah penyanyi, pencipta lagu, dan pemeran Indonesia yang berkarier lebih dari tujuh dekade, dari kemenangan Bintang Radio RRI di Semarang pada 1954 sampai syuting program televisi pada Maret 2025, beberapa pekan sebelum ia meninggal pada usia 87 tahun. Ia menulis lagu-lagu yang menjadi bagian dari ingatan kolektif Indonesia: Kupu-Kupu Malam, Bing, Apanya Dong, Minah Gadis Dusun, dan lagu anak Menabung.

Negara menganugerahinya Bintang Budaya Parama Dharma pada 2011 dan, empat bulan setelah wafat, Bintang Mahaputera Nararya.

Mengapa Titiek Puspa dikenal

Titiek Puspa termasuk generasi pertama penyanyi pop Indonesia yang juga menulis lagunya sendiri, sesuatu yang pada awal 1960-an jarang dilakukan penyanyi perempuan. Suaranya kontralto, hangat dan serak, berbeda dari kebanyakan penyanyi sopran yang populer saat itu. Ia menyanyi untuk Presiden Soekarno, yang memilihkan nama panggungnya, dan kemudian untuk Presiden Soeharto, serta ikut dua misi kebudayaan ke Malaya (1960) dan Belanda (1965).

Ia juga menembus dua batas lain: menjadi penulis lagu yang karyanya dinyanyikan penyanyi dari generasi berbeda selama puluhan tahun, dan tetap tampil di panggung dan layar kaca sampai usia delapan puluhan. Rolling Stone Indonesia memasukkan empat lagu ciptaannya ke daftar lagu Indonesia terbaik sepanjang masa.

Masa kecil

Ia lahir pada 1 November 1937 di Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan, dengan nama Sudarwati, anak keempat dari dua belas bersaudara pasangan Tugeno Puspowidjojo dan Siti Mariam. Karena sering sakit, keluarganya mengganti namanya menjadi Kadarwati lalu Sumarti, mengikuti kebiasaan Jawa. Keluarga itu kemudian menetap di Semarang. Cita-cita awalnya menjadi guru taman kanak-kanak, tetapi setelah memenangi beberapa lomba menyanyi pada usia sekitar 14 tahun ia memutuskan menjadi penghibur, keputusan yang ditentang orang tuanya.

Karier

Dari RRI Semarang ke Jakarta (1954–1962)

Ia mengikuti lomba Bintang Radio RRI di Semarang pada 1954 tanpa sepengetahuan orang tua, memakai nama samaran Titiek Puspo dari nama panggilannya dan nama ayahnya, yang kemudian ia ubah menjadi Titiek Puspa. Pada 1959 ia pindah ke Jakarta dan merekam piringan hitam pertama di Lokananta. Setahun kemudian ia menjadi penyanyi tetap Orkes Studio Jakarta pimpinan Sjaiful Bachri setelah membawakan Chandra Buana karya Ismail Marzuki, dan bertahan di sana sampai 1962.

Pencipta lagu (1963–1980-an)

Album Si Hitam dan Pita (1963), masing-masing berisi dua belas lagu, adalah album pertama yang seluruhnya ia tulis sendiri; ia belajar menulis lagu dari suaminya, pianis jazz Mus Mualim. Sepanjang 1960-an dan 1970-an ia menulis dalam gaya hiburan yang memadukan pop, jazz, dan Broadway, kadang dengan lirik nasionalis untuk menghindari sensor. Cinta menjuarai Festival Lagu Populer Nasional 1974 dan membawanya ke World Popular Song Festival di Tokyo. Bersama grup Papiko ia menggarap operet televisi seperti Bawang Merah Bawang Putih dan Ketupat Lebaran yang digemari pemirsa TVRI, dan ia bermain dalam film Karminem, Inem Pelayan Sexy, dan Apanya Dong. Pada 1984 Horas Kasih, yang ia bawakan bersama Euis Darliah, meraih Bronze Prize di World Song Festival Los Angeles.

Lagu anak dan panggung hingga akhir (1990-an–2025)

Pada 1990-an ia menulis lagu anak seperti Menabung dan Aku Suka Musik, dan pada 2014 membentuk grup vokal anak Duta Cinta karena prihatin pada menyusutnya lagu anak. Ia merayakan ulang tahun ke-60 dengan konser Citra Karya Titiek Puspa pada 1997. Pada 2009 ia didiagnosis kanker serviks, menjalani kemoterapi di Singapura sambil menulis 61 lagu, dan dinyatakan sembuh. Ia masih tampil dalam drama musikal keluarga Pesta Sahabat di RTV pada 2017–2019.

Pada 26 Maret 2025 ia pingsan saat syuting sebuah program televisi dan dirawat karena pendarahan otak. Ia meninggal di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, pada 10 April 2025. Pada 25 Agustus 2025 Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Mahaputera Nararya kepadanya, diterima oleh ahli waris di Istana Negara.

Karya penting

Lagu ciptaan

  • 1963Si Hitamdari album pertama yang seluruh lagunya ia tulis sendiri
  • 1960-anMinah Gadis Dusun
  • 1960-anPantang Mundur
  • 1974Cintajuara Festival Lagu Populer Nasional; dibawa ke World Popular Song Festival Tokyo
  • 1977Kupu-Kupu Malam
  • 1970-anBingditulis untuk mengenang Bing Slamet
  • 1983Apanya Dong
  • 1984Horas KasihBronze Prize World Song Festival Los Angeles, bersama Euis Darliah
  • 1990-anMenabunglagu anak, dibawakan bersama Saskia dan Geofanny

Film

  • 1974Karminem
  • 1976Inem Pelayan Sexy
  • 1983Apanya Dong

Operet televisi bersama Papiko

  • 1970-anBawang Merah Bawang Putih
  • 1970-anKetupat Lebaran
  • 1970-anKartini Manusiawi

Prestasi & penghargaan

  • 1954Juara Bintang Radio RRI di Semarang, awal karier profesional.
  • 1974Juara Festival Lagu Populer Nasional dengan Cinta; mewakili Indonesia dan mencapai semifinal World Popular Song Festival, Tokyo.
  • 1984Bronze Prize World Song Festival Los Angeles bersama Euis Darliah untuk Horas Kasih.
  • 2009Empat lagu ciptaannya masuk daftar lagu Indonesia terbaik sepanjang masa versi Rolling Stone Indonesia.
  • 2011Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden Republik Indonesia.
  • 2025Bintang Mahaputera Nararya, dianugerahkan secara anumerta pada 25 Agustus 2025.

Linimasa

  1. 1937Lahir di Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan, 1 November, dengan nama Sudarwati; kemudian berganti nama menjadi Sumarti.
  2. 1954Memenangi Bintang Radio RRI Semarang; memakai nama Titiek Puspa agar tidak ketahuan orang tua.
  3. 1959Pindah ke Jakarta dan merekam piringan hitam pertama di Lokananta.
  4. 1960Menjadi penyanyi tetap Orkes Studio Jakarta hingga 1962; misi kebudayaan ke Malaya.
  5. 1963Album Si Hitam dan Pita, seluruh lagunya ciptaan sendiri.
  6. 1974Cinta menjuarai Festival Lagu Populer Nasional dan tampil di Tokyo.
  7. 1976Bermain dalam film Inem Pelayan Sexy.
  8. 1997Konser Citra Karya Titiek Puspa menandai ulang tahun ke-60.
  9. 2009Didiagnosis kanker serviks; menulis 61 lagu selama kemoterapi di Singapura dan dinyatakan sembuh.
  10. 2014Membentuk grup vokal anak Duta Cinta.
  11. 2025Pingsan saat syuting program televisi pada 26 Maret; meninggal di RS Medistra, Jakarta, 10 April, pada usia 87 tahun.

Sumber

Rujukan yang dipakai untuk menyusun profil ini. Sumber primer dan lembaga resmi diutamakan; lihat kebijakan sumber.

  1. Penyebab Titiek Puspa Meninggal Dunia di Usia 87 Tahun Hari IniKompas.com, 10 April 2025Diakses 15 September 2026
  2. Kronologi Titiek Puspa Meninggal Dunia Usai Alami Pecah Pembuluh Darahdetikcom, 10 April 2025Diakses 15 September 2026
  3. Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Kepada 141 TokohSekretariat Presiden RI, 25 Agustus 2025Diakses 15 September 2026
  4. Titiek PuspaWikipedia bahasa IndonesiaDiakses 15 September 2026
  5. Titiek PuspaWikipedia (English)Diakses 15 September 2026
  6. Titiek Puspa (Q6147504)WikidataDiakses 15 September 2026

Profil ini disusun oleh Lihat.bio Editorial dari sumber yang tercantum di atas dan diperiksa ulang sebelum terbit. Menemukan data yang keliru atau sudah usang? Lihat cara mengajukan koreksi. Dipublikasikan .