Penyanyi-penulis laguIndonesialahir 1961

Iwan Fals

Penyanyi-penulis lagu balada dan kritik sosial yang suaranya menemani Indonesia sejak akhir 1970-an; pencipta Guru Oemar Bakri, Bento, dan Bongkar.

Oleh Lihat.bio EditorialDiperbarui 7 sumber

Iwan Fals bermain gitar di atas panggung, 2015
Foto: Mas Agung Wilis Yudha Baskoro · CC BY 2.0 · Wikimedia Commons

Siapa Iwan Fals?

Iwan Fals adalah penyanyi, penulis lagu, dan gitaris Indonesia yang lahir di Jakarta pada 3 September 1961 dengan nama Virgiawan Listanto. Sejak awal 1980-an ia menjadi suara paling dikenal untuk lagu balada dan kritik sosial di Indonesia: Guru Oemar Bakri tentang nasib guru, Surat Buat Wakil Rakyat tentang parlemen, serta Bento dan Bongkar yang menjadi lagu wajib demonstrasi mahasiswa menjelang akhir Orde Baru.

Majalah Time memasukkannya ke daftar Asian Heroes pada 2002, dan pada 2010 pemerintah Indonesia menganugerahinya Satyalancana Kebudayaan.

Mengapa Iwan Fals dikenal

Tidak banyak musisi Indonesia yang liriknya dihafal lintas tiga generasi. Iwan Fals mencapai itu dengan menulis tentang hal yang dilihatnya sehari-hari, dari harga susu yang naik ketika anaknya lahir sampai perilaku pejabat, dalam bahasa yang sederhana dan sering jenaka. Pada masa Orde Baru, lagu-lagunya membuat sejumlah konsernya dilarang, dipadamkan listriknya, atau dibubarkan; pada April 1984 ia ditahan dan diinterogasi dua pekan setelah membawakan Demokrasi Nasi dan Mbak Tini di Pekanbaru.

Basis penggemarnya, yang pada 1999 mendirikan Yayasan Orang Indonesia atau OI, punya cabang di hampir semua provinsi. Rolling Stone Indonesia menempatkannya dalam daftar 25 artis Indonesia terbesar sepanjang masa.

Masa kecil dan pendidikan

Iwan lahir dari pasangan Harsoyo, seorang tentara, dan Lies Suudijah. Masa kecilnya dihabiskan di Bandung, dengan jeda delapan bulan tinggal di Jeddah, Arab Saudi. Pada usia 13 tahun ia mulai mengamen di Bandung, dari acara pernikahan sampai rumah ke rumah, dan di situlah ia melatih gitar serta menulis lagu. Ia bersekolah di SMP Negeri 5 dan SMAK BPK Bandung, lalu melanjutkan ke Sekolah Tinggi Publisistik dan Institut Kesenian Jakarta. Di luar musik ia sempat serius berkarate hingga masuk pelatnas dan pernah menjadi kolumnis tabloid olahraga.

Karier

Dari Amburadul ke Musica (1979–1983)

Rekaman pertamanya bersama grup Amburadul, Perjalanan (1979), gagal di pasar; Iwan kembali mengamen dan sempat merekam beberapa lagu humor setelah memenangi festival musik country dan festival lagu humor. Titik baliknya datang pada 1981 ketika ia bergabung dengan Musica Studio. Album Sarjana Muda, dengan aransemen Willy Soemantri, memuat Guru Oemar Bakri dan langsung menjadikan namanya dikenal nasional. Opini (1982) menyusul dengan Galang Rambu Anarki, lagu untuk anak pertamanya yang sekaligus menyindir kenaikan harga.

Lagu protes dan tekanan (1984–1988)

Sepanjang 1980-an Iwan merilis rata-rata satu hingga dua album setahun. Sebagian lagunya yang paling keras tidak pernah masuk album karena label tidak berani memasarkannya; rekamannya beredar dari tangan ke tangan dan diputar radio kampus ITB. Penahanannya di Pekanbaru pada 14 April 1984 ia ceritakan kembali dalam lagu 14-4-84 di album Ethiopia (1986). Setelah anak keduanya lahir pada 1985 ia berhenti mengamen.

Swami dan Kantata Takwa (1989–1998)

Pada 1989 Iwan membentuk Swami bersama sejumlah musisi, dan album pertamanya melahirkan Bento dan Bongkar, dua lagu yang menjadi bahasa bersama gerakan mahasiswa. Setahun kemudian ia bergabung dengan Kantata Takwa, kelompok yang didukung pengusaha Setiawan Djodi dan melibatkan penyair W.S. Rendra; konser-konsernya di stadion dianggap yang terbesar dalam sejarah musik Indonesia saat itu. Swami menghasilkan dua album, Kantata dua album, dan di sela-selanya Iwan tetap merilis album solo.

Era Reformasi sampai sekarang

Sejak album Suara Hati (2002), Iwan bekerja dengan band pengiring tetap dan lebih sering berkolaborasi dengan musisi muda. Ia juga mulai merilis ulang lagu-lagu lama dengan aransemen baru. Penghargaan negara datang pada 2010 lewat Satyalancana Kebudayaan, dan ia tetap rutin menggelar konser besar hingga usia enam puluhan.

Tema lirik

Lagu-lagu Iwan Fals "memotret" Indonesia dari pinggir: guru yang digaji kecil, pengamen, pelacur jalanan, wakil rakyat yang tertidur, sampai bencana di negeri lain seperti Ethiopia. Gaya musiknya bergerak dari country dan folk pada awal karier ke rock pada era Swami dan Kantata, tetapi cara berceritanya tetap sama: langsung, hangat, dan tidak menggurui. Itu sebabnya lagu-lagunya bisa sekaligus dinyanyikan di demonstrasi dan di pos ronda.

Album dan lagu penting

Iwan Fals merilis puluhan album solo dan kolaborasi sejak 1979; daftar ini hanya memuat rilisan yang paling menentukan.

Album

  • 1979Perjalananbersama grup Amburadul; gagal di pasar
  • 1981Sarjana Mudaalbum solo pertama di Musica Studio; memuat Guru Oemar Bakri
  • 1982Opinimemuat Galang Rambu Anarki
  • 1986Ethiopiamemuat 14-4-84 tentang penahanannya di Pekanbaru
  • 1989Swamibersama grup Swami; memuat Bento dan Bongkar
  • 1990Kantata Takwabersama Kantata Takwa
  • 2002Suara Hatiawal formasi band pengiring tetap

Lagu

  • 1981Guru Oemar Bakri
  • 1982Galang Rambu Anarki
  • 1987Surat Buat Wakil Rakyat
  • 1989Bento
  • 1989Bongkar
  • 1990KesaksianKantata Takwa

Prestasi & penghargaan

  • 2002Masuk daftar Asian Heroes majalah Time, bersama Pramoedya Ananta Toer sebagai wakil Indonesia.
  • 2010Menerima Satyalancana Kebudayaan dari Pemerintah Republik Indonesia.
  • 2011Masuk daftar The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa versi Rolling Stone Indonesia.

Linimasa

  1. 1961Lahir di Jakarta dengan nama Virgiawan Listanto.
  2. 1974Mulai mengamen di Bandung pada usia 13 tahun.
  3. 1979Album pertama bersama Amburadul, Perjalanan, tidak laku; kembali mengamen.
  4. 1981Bergabung dengan Musica Studio; Sarjana Muda dan Guru Oemar Bakri melejit.
  5. 1984Ditahan dan diinterogasi dua pekan setelah membawakan Demokrasi Nasi dan Mbak Tini di Pekanbaru, April 1984.
  6. 1989Membentuk Swami; Bento dan Bongkar menjadi lagu protes paling dikenal era itu.
  7. 1990Kantata Takwa terbentuk dengan dukungan Setiawan Djodi; konser-konsernya tercatat sebagai yang terbesar di Indonesia saat itu.
  8. 1999Penggemarnya mendirikan Yayasan Orang Indonesia (OI), 16 Agustus.
  9. 2002Dinobatkan sebagai salah satu Asian Heroes oleh Time.
  10. 2010Menerima Satyalancana Kebudayaan.

Pendidikan

Sekolah Tinggi Publisistik, Jakarta
Institut Kesenian Jakarta

Tautan resmi

Sumber

Rujukan yang dipakai untuk menyusun profil ini. Sumber primer dan lembaga resmi diutamakan; lihat kebijakan sumber.

  1. Iwan Fals Peroleh Penghargaan PemerintahKompas.com, 24 Maret 2011Diakses 15 September 2026
  2. Daftar Lagu dan Penghargaan Musik yang Diterima Iwan FalsTirto.idDiakses 15 September 2026
  3. Asian heroes listed in Time magazineThe China Post, 24 April 2002Diakses 15 September 2026
  4. Situs resmi Iwan Falsiwanfals.co.idDiakses 15 September 2026
  5. Iwan FalsWikipedia bahasa IndonesiaDiakses 15 September 2026
  6. Iwan FalsWikipedia (English)Diakses 15 September 2026
  7. Iwan Fals (Q5111684)WikidataDiakses 15 September 2026

Profil ini disusun oleh Lihat.bio Editorial dari sumber yang tercantum di atas dan diperiksa ulang sebelum terbit. Menemukan data yang keliru atau sudah usang? Lihat cara mengajukan koreksi. Dipublikasikan .