Proklamator & Wakil Presiden pertamaIndonesia1902–1980

Mohammad Hatta

Proklamator kemerdekaan bersama Soekarno, Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, ekonom yang dijuluki Bapak Koperasi, dan negarawan yang mundur dari jabatan karena berbeda prinsip.

Oleh Lihat.bio EditorialDiperbarui 4 sumber

Mohammad Hatta
Foto: Tidak dikreditkan, kemungkinan Gunung Agung · Public domain · Wikimedia Commons

Siapa Mohammad Hatta?

Mohammad Hatta adalah proklamator kemerdekaan Indonesia bersama Soekarno dan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia dari 1945 sampai pengunduran dirinya pada 1956. Ia lahir di Bukittinggi pada 12 Agustus 1902, belajar ekonomi di Rotterdam selama sebelas tahun sambil memimpin Perhimpunan Indonesia, dan dibuang Belanda ke Boven Digoel dan Banda Neira sebelum kembali memimpin republik pada masa revolusi. Ia meninggal di Jakarta pada 14 Maret 1980.

Ia dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia dan perumus politik luar negeri bebas aktif.

Mengapa Mohammad Hatta dikenal

Jika Soekarno adalah api revolusi, Hatta adalah rem dan kompasnya. Ia disiplin, tertib, dan menolak kultus pribadi; pada 1945 ia menandatangani Maklumat X yang menyerahkan kekuasaan legislatif kepada Komite Nasional Indonesia Pusat dan membuka demokrasi parlementer. Sebagai Perdana Menteri pada 1948 ia menumpas pemberontakan PKI di Madiun dan merumuskan politik luar negeri "mendayung antara dua karang" yang menjadi pegangan Indonesia sampai sekarang. Pada 1949 ia memimpin delegasi ke Konferensi Meja Bundar yang menghasilkan pengakuan kedaulatan.

Ia mundur dari jabatan wakil presiden pada 1 Desember 1956 karena tidak sepakat dengan arah Soekarno menuju kekuasaan terpusat, dan menghabiskan sisa hidupnya menulis, mengajar, dan mengkritik dari luar tanpa pernah kehilangan wibawa.

Masa muda dan pendidikan

Hatta lahir dengan nama Mohammad Athar dalam keluarga ulama dan pedagang Minangkabau; ayahnya meninggal saat ia berusia tujuh bulan. Ia bersekolah di ELS dan MULO Padang, aktif sebagai bendahara Jong Sumatranen Bond, dan melanjutkan ke Prins Hendrik School di Batavia. Pada 1921 ia berangkat ke Handels Hogeschool Rotterdam, tempat ia belajar ekonomi selama sebelas tahun karena sebagian besar waktunya tersita untuk pergerakan.

Perjuangan

Perhimpunan Indonesia dan pengadilan Den Haag (1921–1932)

Di Belanda Hatta memimpin Perhimpunan Indonesia pada 1926–1930 dan mengubahnya menjadi organisasi politik yang menuntut kemerdekaan. Ia ditangkap pada 1927 dengan tuduhan menghasut, dan pidato pembelaannya, Indonesia Vrij, yang dibacakan pada Maret 1928, membuatnya dibebaskan dan dikenal di Eropa. Ia berkenalan dengan tokoh antikolonial dari berbagai negara, termasuk Jawaharlal Nehru.

Pendidikan Nasional Indonesia dan pembuangan (1932–1942)

Sepulang ke Indonesia pada 1932 ia memimpin Pendidikan Nasional Indonesia bersama Sutan Sjahrir, gerakan yang mengutamakan kaderisasi daripada agitasi massa. Belanda menangkapnya pada 1934 dan membuangnya ke Boven Digoel di pedalaman Papua pada 1935, lalu ke Banda Neira pada 1936, tempat ia mengajar anak-anak setempat dan membaca ribuan buku yang ia bawa. Ia dipulangkan ke Jawa pada awal 1942 menjelang kedatangan Jepang.

Proklamasi dan revolusi (1942–1949)

Bersama Soekarno, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mas Mansur ia memimpin Poetera pada masa pendudukan Jepang. Ia ikut merumuskan naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda dan menandatanganinya bersama Soekarno pada 17 Agustus 1945. Sebagai wakil presiden ia menjadi penyeimbang yang menjaga pemerintahan tetap berjalan, memimpin kabinet sebagai perdana menteri sejak Januari 1948, ditawan Belanda di Bangka pada Desember 1948, dan pada Desember 1949 menandatangani pengakuan kedaulatan di Amsterdam.

Setelah 1956

Hatta mengundurkan diri pada 1 Desember 1956, mengkritik Demokrasi Terpimpin lewat tulisan seperti Demokrasi Kita (1960) yang dilarang beredar, dan mengajar ekonomi serta menulis puluhan buku. Ia menikah dengan Rahmi Rachim pada November 1945 dan memiliki tiga putri, termasuk Meutia Hatta yang kelak menjadi menteri. Menolak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, ia dimakamkan di TPU Tanah Kusir agar dekat dengan rakyat. Namanya disandingkan dengan Soekarno pada Bandar Udara Soekarno-Hatta, dan ia ditetapkan sebagai Pahlawan Proklamator pada 1986 serta Pahlawan Nasional pada 2012.

Peristiwa dan karya

Peristiwa

  • 1928Pidato pembelaan Indonesia Vrij di pengadilan Den Haagdibebaskan dari tuduhan menghasut
  • 1945Proklamasi Kemerdekaan, 17 Agustusmenandatangani naskah bersama Soekarno
  • 1945Maklumat X, 16 Oktobermemberi kekuasaan legislatif kepada KNIP; tonggak demokrasi parlementer
  • 1948Rasionalisasi tentara dan penumpasan pemberontakan Madiun sebagai Perdana Menteri
  • 1949Memimpin delegasi Indonesia di Konferensi Meja Bundar, Den Haag
  • 1956Mengundurkan diri sebagai wakil presiden, 1 Desember

Tulisan

  • 1928Indonesia Vrijpidato pembelaan
  • 1948Mendayung antara Dua Karangpidato yang merumuskan politik luar negeri bebas aktif
  • 1979Memoir

Linimasa

  1. 1902Lahir di Bukittinggi, 12 Agustus, dengan nama Mohammad Athar; ayahnya meninggal saat ia berusia tujuh bulan.
  2. 1921Berangkat ke Rotterdam untuk kuliah ekonomi.
  3. 1926Menjadi Ketua Perhimpunan Indonesia.
  4. 1927Ditangkap Belanda; pidato Indonesia Vrij dibacakan di pengadilan pada 1928.
  5. 1932Pulang ke Indonesia; memimpin Pendidikan Nasional Indonesia.
  6. 1934Ditangkap; dibuang ke Boven Digoel pada 1935 lalu Banda Neira pada 1936.
  7. 1945Memproklamasikan kemerdekaan bersama Soekarno; menjadi wakil presiden pada 18 Agustus; menikah dengan Rahmi Rachim pada November.
  8. 1948Menjadi Perdana Menteri pada Januari; ditawan Belanda di Bangka pada Desember.
  9. 1949Memimpin delegasi Konferensi Meja Bundar; menandatangani pengakuan kedaulatan 27 Desember.
  10. 1956Mundur sebagai wakil presiden.
  11. 1980Meninggal di Jakarta, 14 Maret; dimakamkan di TPU Tanah Kusir atas permintaannya sendiri.

Pendidikan

Handels Hogeschool Rotterdam (kini Universitas Erasmus) — Ekonomi, 1921–1932
Prins Hendrik School, Batavia

Sumber

Rujukan yang dipakai untuk menyusun profil ini. Sumber primer dan lembaga resmi diutamakan; lihat kebijakan sumber.

  1. Mohammad HattaWikipedia bahasa IndonesiaDiakses 15 September 2026
  2. Mohammad HattaWikipedia (English)Diakses 15 September 2026
  3. Mohammad HattaEncyclopaedia BritannicaDiakses 15 September 2026
  4. Mohammad Hatta (Q29050)WikidataDiakses 15 September 2026

Profil ini disusun oleh Lihat.bio Editorial dari sumber yang tercantum di atas dan diperiksa ulang sebelum terbit. Menemukan data yang keliru atau sudah usang? Lihat cara mengajukan koreksi. Dipublikasikan .