Ekonom & mantan Menteri KeuanganIndonesialahir 1962
Sri Mulyani
Ekonom yang tiga kali dipercaya memimpin Kementerian Keuangan di bawah tiga presiden berbeda dan menjadi orang Indonesia pertama yang menjabat Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Siapa Sri Mulyani?
Sri Mulyani Indrawati adalah ekonom Indonesia kelahiran Tanjung Karang, Lampung, 26 Agustus 1962, yang menjabat Menteri Keuangan selama hampir lima belas tahun dalam dua masa: 2005–2010 di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan 27 Juli 2016 sampai 8 September 2025 di bawah Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Di antara keduanya ia menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia, orang Indonesia pertama di posisi itu.
Mengapa Sri Mulyani dikenal
Sri Mulyani adalah menteri teknokrat paling lama dan paling dikenal dalam sejarah Indonesia pasca-Reformasi. Ia datang ke Kementerian Keuangan pada 2005 dengan reputasi akademisi yang vokal, memecat pejabat pajak dan bea cukai yang korup, mereformasi birokrasi kementerian, dan pada 2006 dinobatkan sebagai menteri keuangan terbaik oleh Euromoney dan Emerging Markets. Pada masa kedua ia menjalankan amnesti pajak 2016, menjaga defisit di bawah tiga persen sampai pandemi memaksanya melebarkan anggaran, dan mewakili kebijakan fiskal Indonesia di forum G20 dan IMF.
Ia juga tokoh yang kerap berada di pusat badai politik: kasus penyelamatan Bank Century pada 2008 menjadi alasan kepergiannya ke Bank Dunia pada 2010, dan pergantiannya pada September 2025 terjadi di tengah gelombang unjuk rasa tentang kesenjangan dan anggaran.
Latar belakang dan pendidikan
Sri Mulyani adalah anak ketujuh dari pasangan dosen, Satmoko dan Retno Sriningsih, yang berasal dari Gombong, Kebumen. Ia lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1986, lalu meraih gelar magister dan doktor ekonomi dari University of Illinois Urbana-Champaign pada 1992. Sejak Juni 1998 ia memimpin Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEUI, dan pada 2001 bekerja sebagai konsultan USAID di Atlanta sambil mengajar di Georgia State University.
Karier
IMF, Bappenas, dan Menteri Keuangan pertama (2002–2010)
Setelah dua tahun menjadi direktur eksekutif IMF mewakili dua belas negara Asia Tenggara, ia masuk kabinet Yudhoyono pada 2004 sebagai Kepala Bappenas dan dipindahkan ke Kementerian Keuangan pada Desember 2005. Ia sempat merangkap pelaksana tugas Menteri Koordinator Perekonomian pada 2008 ketika krisis keuangan global menghantam. Keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan yang ia pimpin untuk menyelamatkan Bank Century menjadi kontroversi politik berkepanjangan, dan pada Mei 2010 ia mundur untuk menerima tawaran menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia.
Bank Dunia (2010–2016)
Sebagai Direktur Pelaksana dan kemudian Chief Operating Officer, ia mengawasi operasi Bank Dunia di puluhan negara dan menjadi salah satu perempuan dengan posisi tertinggi di lembaga keuangan internasional.
Menteri Keuangan kedua (2016–2025)
Presiden Joko Widodo memanggilnya pulang pada Juli 2016. Ia menjalankan amnesti pajak, memperluas basis penerimaan, dan pada 2020 merancang anggaran darurat pandemi dengan defisit yang untuk pertama kalinya melampaui batas tiga persen. Ia dipertahankan Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2024, tetapi pada 8 September 2025 digantikan Purbaya Yudhi Sadewa dalam perombakan kabinet; Menteri Sekretaris Negara menyebut pergantian itu sebagai hak prerogatif presiden, bukan pengunduran diri.
Jabatan
Pemerintahan dan lembaga internasional
- 2002–2004Direktur Eksekutif IMF mewakili 12 negara Asia Tenggara
- 2004–2005Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas
- 2005–2010Menteri KeuanganKabinet Indonesia Bersatu; merangkap Plt. Menko Perekonomian 2008–2009
- 2010–2016Direktur Pelaksana dan Chief Operating Officer Bank Dunia
- 2016–2025Menteri Keuangandi bawah Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto
Prestasi & penghargaan
- 2006Menteri Keuangan Terbaik Asia versi Emerging Markets dan Finance Minister of the Year versi Euromoney.
- 2008Perempuan paling berpengaruh ke-23 di dunia versi Forbes.
- 2018Finance Minister of the Year untuk Asia Pasifik Timur versi Global Markets; Best Minister in the World dari World Government Summit.
Linimasa
- 1962Lahir di Tanjung Karang, Lampung, 26 Agustus, anak ketujuh pasangan dosen.
- 1986Lulus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
- 1992Meraih doktor ekonomi dari University of Illinois Urbana-Champaign.
- 1998Memimpin Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEUI di tengah krisis.
- 2004Masuk kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Kepala Bappenas.
- 2005Dilantik sebagai Menteri Keuangan pada Desember.
- 2010Mundur pada Mei untuk menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia mulai 1 Juni.
- 2016Dipanggil pulang Presidem Joko Widodo; dilantik kembali sebagai Menteri Keuangan pada 27 Juli.
- 2020Merancang anggaran penanganan pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi.
- 2024Dipertahankan Presiden Prabowo Subianto dalam Kabinet Merah Putih.
- 2025Diganti oleh Purbaya Yudhi Sadewa pada 8 September.
Pendidikan
- Universitas Indonesia — S1 Ekonomi, 1986
- University of Illinois Urbana-Champaign — M.Sc. dan Ph.D. Ekonomi, 1992
Tautan resmi
Sumber
Rujukan yang dipakai untuk menyusun profil ini. Sumber primer dan lembaga resmi diutamakan; lihat kebijakan sumber.
- Sri Mulyani Resmi Serahkan Jabatan Menkeu kepada Purbaya Yudhi SadewaKementerian Keuangan RI, 9 September 2025Diakses 15 September 2026
- Apa Alasan Sri Mulyani Diganti Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan?Kompas.com, 10 September 2025Diakses 15 September 2026
- Sri MulyaniWikipedia bahasa IndonesiaDiakses 15 September 2026
- Sri MulyaniWikipedia (English)Diakses 15 September 2026
- Sri Mulyani Indrawati (Q3177708)WikidataDiakses 15 September 2026
Profil ini disusun oleh Lihat.bio Editorial dari sumber yang tercantum di atas dan diperiksa ulang sebelum terbit. Menemukan data yang keliru atau sudah usang? Lihat cara mengajukan koreksi. Dipublikasikan .