PelukisIndonesia1907–1990

Affandi

Pelukis ekspresionis yang memeras cat langsung dari tabung ke kanvas, maestro seni lukis Indonesia yang paling dikenal di dunia dan pendiri museum yang menyimpan karyanya di tepi Kali Gajah Wong, Yogyakarta.

Oleh Lihat.bio EditorialDiperbarui 4 sumber

Affandi pada sampul katalog pamerannya di Paris, 1953
Foto: Tidak dikreditkan, kemungkinan Kementerian Penerangan · Attribution · Wikimedia Commons

Siapa Affandi?

Affandi adalah pelukis Indonesia yang lahir di Cirebon pada 1907 dan meninggal di Yogyakarta pada 23 Mei 1990. Ia dikenal sebagai maestro ekspresionisme Indonesia dengan teknik yang menjadi ciri khasnya: memeras cat langsung dari tabung ke kanvas dan menyapunya dengan jari. Ia pelukis Indonesia yang paling banyak berpameran di luar negeri pada 1950-an, mewakili Indonesia di Biennale Venesia dan São Paulo, dan meninggalkan lebih dari dua ribu lukisan, sebagian besar tersimpan di museum yang ia rancang sendiri di tepi Kali Gajah Wong, Yogyakarta.

Mengapa Affandi dikenal

Lukisan Affandi mudah dikenali dari jarak jauh: garis-garis tebal yang berpilin, warna yang seolah bergerak, dan subjek yang sederhana, matahari, ayam jago, pengemis, potret dirinya sendiri yang ia lukis puluhan kali sepanjang hidup. Ia belajar sendiri, menolak menyebut dirinya intelektual, dan sering berkata bahwa ia melukis dengan perasaan, bukan teori. Kritikus Barat pada 1950-an menyebutnya ekspresionis, label yang ia terima dengan setengah hati.

Ia juga bagian dari sejarah republik. Poster Boeng, Ajo Boeng yang ia lukis pada 1945 atas gagasan Soekarno, dengan kata-kata usulan Chairil Anwar, diperbanyak siang malam dan dikirim ke berbagai daerah sebagai seruan perjuangan.

Masa muda

Affandi adalah putra Koesoema, mantri ukur pada pabrik gula di Cirebon, dan menempuh pendidikan Belanda dari HIS hingga AMS di Jakarta, jenjang yang tinggi untuk pribumi pada masanya. Ayahnya ingin ia menjadi dokter, tetapi ia lebih tertarik menggambar. Sebelum melukis penuh waktu sejak 1934 ia bekerja sebagai guru, penyobek karcis, dan pembuat gambar reklame bioskop di Bandung, pekerjaan yang memberinya akses ke cat dan kanvas.

Karier

Kelompok Lima dan revolusi (1938–1949)

Pada 1938 Affandi memimpin Kelompok Lima Bandung bersama Hendra Gunawan, Barli, Sudarso, dan Wahdi Sumanta, kelompok belajar bersama yang berpengaruh pada seni rupa Indonesia. Pada masa pendudukan Jepang ia bekerja di seksi kebudayaan Poetera dan menggelar pameran tunggal pertamanya di Jakarta pada 1943. Setelah proklamasi ia melukis poster dan ikut ke medan pertempuran bersama pelukis lain, pindah ke Yogyakarta pada 1946, bergabung dengan Seniman Indonesia Muda, dan mendirikan Pelukis Rakyat pada 1947. Ia menikah dengan Maryati, yang juga seniman; putri mereka, Kartika, kelak menjadi pelukis.

Dunia (1949–1960-an)

Beasiswa pemerintah India membawanya ke Santiniketan pada 1949, tetapi karena dianggap sudah matang ia justru diberi kebebasan berkeliling India dan berpameran selama dua tahun. Ia melanjutkan ke Eropa, berpameran di London, Amsterdam, Brussel, dan Paris, tampil di Biennale São Paulo 1953 dan mewakili Indonesia di Biennale Venesia 1954, lalu berkeliling Amerika Serikat. Pada periode inilah ia meninggalkan kuas dan mulai melukis langsung dari tabung cat.

Yogyakarta dan museum (1960-an–1990)

Affandi menetap di Yogyakarta dan membangun rumah serta galeri di tepi Kali Gajah Wong dengan atap berbentuk daun pisang yang ia rancang sendiri; galeri pertama diresmikan pada 1962 dan museum dibuka untuk umum pada 1974. Ia menerima doktor kehormatan dari Universitas Singapura pada 1974, Penghargaan Perdamaian Dag Hammarskjöld pada 1977, dan Bintang Jasa Utama pada 1978. Ia terus melukis potret diri hingga sakit di usia tua, meninggal pada 23 Mei 1990, dan dimakamkan di halaman museumnya di antara karya-karyanya.

Karya dan pameran

Affandi melukis lebih dari dua ribu karya. Daftar ini memuat tonggak yang paling sering dirujuk.

Karya dan peristiwa

  • 1943Pameran tunggal pertama di Gedung Poetera, Jakarta
  • 1945Poster Boeng, Ajo Boenggagasan Soekarno, model pelukis Dullah, kata-kata dari Chairil Anwar
  • 1950-anPameran keliling India, Eropa, dan Amerika Serikat
  • 1953Biennale São Paulo
  • 1954Biennale Venesiamewakili Indonesia
  • 1974Museum Affandi dibuka di Yogyakartadirancang sendiri dengan atap berbentuk daun pisang

Potret diri

  • 1940-an–1980-anRangkaian potret diritema yang ia lukis sepanjang hidup, dari muda hingga sakit di usia tua

Prestasi & penghargaan

  • 1949Beasiswa pemerintah India untuk belajar di Santiniketan; menghabiskan dua tahun berkeliling dan berpameran di India.
  • 1974Doktor kehormatan dari Universitas Singapura.
  • 1977Penghargaan Perdamaian Dag Hammarskjöld dari Florence, Italia.
  • 1978Bintang Jasa Utama dari Pemerintah Republik Indonesia.

Linimasa

  1. 1907Lahir di Cirebon, putra mantri ukur pabrik gula.
  2. 1934Mulai melukis secara otodidak setelah bekerja sebagai guru, penyobek karcis, dan pembuat reklame bioskop di Bandung.
  3. 1938Memimpin Kelompok Lima Bandung bersama Hendra Gunawan, Barli, Sudarso, dan Wahdi.
  4. 1943Pameran tunggal pertama di Jakarta pada masa pendudukan Jepang.
  5. 1945Membuat poster Boeng, Ajo Boeng; melukis di garis depan revolusi.
  6. 1947Mendirikan Pelukis Rakyat di Yogyakarta.
  7. 1949Berangkat ke India dengan beasiswa Santiniketan.
  8. 1953Pameran di Paris dan Biennale São Paulo; mulai melukis langsung dari tabung cat.
  9. 1974Museum Affandi dibuka.
  10. 1990Meninggal di Yogyakarta, 23 Mei; dimakamkan di halaman museumnya.

Tautan resmi

Sumber

Rujukan yang dipakai untuk menyusun profil ini. Sumber primer dan lembaga resmi diutamakan; lihat kebijakan sumber.

  1. Museum Affandiaffandi.org (situs resmi)Diakses 15 September 2026
  2. AffandiWikipedia bahasa IndonesiaDiakses 15 September 2026
  3. AffandiWikipedia (English)Diakses 15 September 2026
  4. Affandi (Q2826050)WikidataDiakses 15 September 2026

Profil ini disusun oleh Lihat.bio Editorial dari sumber yang tercantum di atas dan diperiksa ulang sebelum terbit. Menemukan data yang keliru atau sudah usang? Lihat cara mengajukan koreksi. Dipublikasikan .